Salah satu visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah (Pendahuluan Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah).
Dilanjutkan dalam Permendiknas itu bahwa salah satu prinsip penyelenggaraan pendidikan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Ada tiga tantangan yang harus kita capai dalam proses pembelajaran yang akan kita lakukan. Pertama Pembudayaan. Dalam hal ini proses pembelajaran yang kita lakukan adalah mananamkan nilai-nilai budaya kepada peserta didik. Penanaman nilai-nilai budaya ini kita lakukan untuk pembentukan karakter peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai budaya dan relgius bangsa kita. Proses pembelajaran ini sangat penting ditanamkan kepada peserta didik, karena perkembangan arus globalisasi dan diiringi oleh perkembangan teknologi yang semakin cepat, diharapkan peserta didik tidak luntur jati dirinya sebagai bangsa yang berbudaya dan beretika. Adanya program pendidikan karakter yang sedang dkembangkan, dengan mengintegrasikan pembelajaran itu ke nuansa Agama, nuansa adat dan budaya akan lebih memuluskan proses pembudayaan dalam pelaksanaan pembelajaran.
Kedua Pemberdayaan. Pelaksanaan pembelajaran dengan memberdayakan siswa akan terasa sangat menyenangkan bagi siswa, sebab dalam proses ini pembelajaran berlangsung sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan siswa. Sekaligus dalam proses pembelajaran dengan memberdayakan siswa akan menggali semua potensi yang ada dalam diri siswa. Tugas guru dalam proses ini adalah melakukan generalisasi potensi siswa dan mengarahkan potensi tersebut sesuai dengan kompetensi dasar setiap mata pelajaran yang disampaikan. Upaya penggalian potensi diri siswa inilah yang memerlukan keahlian tersendiri bagi guru dalam menciptakan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran.
Ketiga pembelajaran berlangsung sepanjang hayat. Bagi manusia pendidikan dan pembelajaran tidak pernah berhenti dengan tidak mengenal waktu, situasi dan tempat. Proses pembelajaran bisa saja berlangsung di luar sekolah, di rumah atau mungkin di tempat-tempat yang dianggap dapat mendapatkan pelajaran. Maka dalam penyusunan perencanaan pembelajaran baik dalam silabus maupun RPP perlu direncanakan kegiatan pembelajaran dalam bentuk tatap muka, tugas mandiri terstruktur dan tugas mandiri tidak terstruktur. Demikian juga dalam kegiatan inti pembelajaran harus jelas kegiatan siswa untuk berksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Jika proses pembelajaran dikelola dengan baik antara kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi maka proses pembelajaran akan menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi siswa. Suatu kegiatan yang disenangi peserta didik akan selalu dikenang dan tidak akan pernah dilupakannya. Sehingga siswa selalu mengisi kegiatannya setiap hari dengan kegiatan-kegiatan yang bermakna, nuansa belajar akan selalu mewarnai dalam keseharian siswa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bagaimana tanggapan anda terhadap tulisan ini :
(a) sangat bagus
(b) bagus
(c) biasa saja
(d) jelek